Sunday, July 28, 2013

Pertanyaan Serius


Gimana sih cara ningkatin stamina diri?

Selama ini aku kalo begadang, entah itu ngerjain tugas atau cuma sekedar ga bisa tidur, hampir bisa dipastikan klo paginya pasti meriang. Sering banget klo begadang, trus pas subuh ambil wudhu, brrrrrrrr pasca wudhu pasti langsung meriang.

Tapi pernah juga..pagi-paginya fine-fine aja. Eh pas jam sepuluh meriang -__-

Ujung-ujungnya kalo udah meriang pasti ngeringkel selimutan di kasur. Trus ketiduran. Melupakan segala agenda yang harusnya dilakukan. Dan endingnya selalu minta maaf ga bisa hadir. Minta maafnya juga udah telat. Huuuu

Selain pesoalan meriang, aku juga gampang banget capek. Ada kegiatan dari pagi sampe ashar. maka pasti begitu pulang dan nyampe rumah, aku langsung tepar dan tidur. Ga kuat menyiapkan apa-apa yang dibutuhkan untuk aktivitas besoknya. Duh gimana kalo aku udah kerja ya??

That's why kalau bisa dari sekarang ini aku mau meningkatkan stamina...

Apakah bisa dicapai dengan rajin olahraga?

Minum vitamin?

Hmmm..

Cari di google ada kali ya..

FYI sekarang aja ini aku kedinginan..bekas meriang tadi pagi..hiks..ga mau lepas dari kasur karena begitu buka selimut dan kena angin/udara, woooooosh langsung gemeletukan lagi. Huft!



Saturday, July 27, 2013

Overslept! (Oh God why?)


Aku membuka mata. Mengerjap beberapa kali. Dan mengingat-ingat sebentar.

Hari ini hari sabtu. Hari ini syuro di masjid Nurul Iman.

Syuro?!

Badanku otomatis terduduk dari baringnya. Jam? 09:15. Astaghfirullah! Aku mencari-cari handphone untuk sekedar mengecek kabar anggota syuro lainnya.

Whatsapp dari Kak Annisa: "Teman2.... minta maaf hari ini baru bisa ke Nuri jam 10 ternyata"

Dari Kak Dian: "Sama, kak.."

Ah..ternyata yang lain juga belum bisa hadir di Mesjid Nurul Iman (Nuri) pada pukul sembilan. Ga cuma aku yang telat. Tapi tunggu..Kak Aji? Jangan-jangan dia udah di Nuri sebelum jam sembilan?

"Aduh..kalau aku mandi sekarang..lalalalalala pasti selesai jam sepuluh..perjalanan satu jam..nyampe jam 11..siang banget! Yang ada, pas aku dateng juga udah selesai syuronya. Duh..." Aku menimbang-nimbang apakah sebaiknya pergi syuro atau tidak.

Menatap layar handphone. Menimbang dan berulang kali membaca pesan dari Kak Dian. Kak Dian melaporkan keterlambatannya pada jam 09:07. Sekarang jam 09:17. Aku harus bilang apa?

"Kak..aku juga dateng telat..ada urusan mendadak dan ga sadar udah jam segini aja.."

Menghapus ketikan dan batal mengirim pesan. Bukan alasan yang bagus. Itu bohong namanya.

"Kak..aku dateng terlambat juga sepertinya"

Terus? Baru lapor jam segitu..syuronya mulai jam 09:00

"Kakak-kakak..mohon maaf..saya ketiduran dan baru bangun. Jadi akan telat juga"

Send. Biarlah kalau reputasiku jadi minus di mata kakak-kakak yang kuhormati dan kusegani. Ketiduran habis subuh? Biarlah. Apapun reaksi mereka, yang terpenting adalah sekarang aku harus segera mandi.

Keluar kamar. Jam 09:20

"Aaaah aku harusnya jam sembilan udah di Masjid daerah pondok bambu. Malah baru mandi sekarang!" Asal ngedumel sambil bawa-bawa handuk dan pakaian, menuju kamar mandi.

"Lah kamu papa bangunin katanya acara hari ini cuma buka bersama temen nanti sore?" Papa nyeletuk. Aku mendelik, emang tadi papa bangunin? Ga ngerasa ah.

* * * * *

Jam 10:15. Mencangklongkan tas, salim dan pamit pada mama (papa sedang Dhuha saat itu), dan melangkahkan kaki keluar rumah.

Ya ALLAH, jalanan jangan macet, please T__T

* * * * *

Suasana hati mulai memburuk. Sangat buruk malah. Teringat kakakku yang menulis status update di Facebooknya kemarin: "I curse Jakarta's traffic". Well..now I also want to curse Bekasi's traffic.

Angkot 02 yang kutumpangi tidak kunjung maju. Mencoba bersabar, dan berpikir bahwa penyebab segala kemacetan ini adalah maraknya area perbelanjaan di rute perjalanan jalur Bekasi-Pondok Gede. Lihat saja, tak jauh dari depan komplek rumahku ada Alfa Midi. Beberapa meter kemudian ada Superindo. Setelahnya, komplek perumahan Duta yang terkenal sebagai salah satu pusat jajanan pasar. Sekian meter dari Duta, ada Tiptop. Setelah Tiptop, perjalanan akan menuju Mall Pondok Gede yang diapit oleh pasar (yang mengambil setengah ruas jalan). Jika tiap pengendara mobil atau motor memiliki keinginan yang sama yaitu berbelanja, sudah pasti semua melewati jalan ini kan? Aku langsung mengasihani diriku sendiri yang harus sabar melewati macet yang--mungkin--ditimbulkan oleh orang-orang yang ke Superindo atau Tiptop. Resiko jika mau menuju Pondok Gede.

* * * * *

Pukul 11:23. Duduk dengan cemas, gelisah, mulut cemberut dan mata mengernyit di angkot K22. Lapangan Pondok Gede.

Tujuan awalku memang syuro. Tapi melihat kondisi saat ini (angkot K22 ngetem), rasa-rasanya tujuanku ke Mesjid Nurul Iman sekarang adalah numpang shalat Dzuhur. Titik.

Pukul 11:48. Mata menatap lurus. Ekspresi datar. Mulut tertutup rapat.

Angkot K22 baru melewati Jatiwaringin. No hope buat sekedar shalat Dzuhur tepat waktu. Apalagi ternyata macet kembali menghadang di Pangkalan Jati. Dan siapa yang menduga? Supirnya mencari alur alternatif lain untuk menghindari macet. Begitu tau hal itu, kekesalanku memudar dan berganti menjadi panik. Aku buta arah, kemana supir ini akan membawa--aku--penumpangnya? Yang ku tahu, sang supir meyakinkanku kalau angkot ini akan tetap melewati pondok bambu. Baiklah.

Tidak lama dari berputar baliknya angkot, supir tiba-tiba berkata pada mas-mas yang duduk di kursi depan, yang di sebelah supir. "Mas, saya agak lupa jalan nih. Habis ini kemana ya?"

ASTAGHFIRULLAH

Rasanya emosi dalam diri ini udah meluap-luap. Apalagi sepanjang perjalanan di rute alternatif itu, supir berulang kali berkata "Rute ini malah makin jauh ya? Harusnya tadi biarin aja macet", "Ini belok kiri tadi bisa ya?", "Kalau lurus bisa tembus Duren Sawit,". Meracau sendiri ia. Dan aku semakin lemas dan kesal.

Akhirnya penumpang kursi depan mengarahkan supir untuk belok kiri jika tidak mau terlalu jauh berjarak dengan Pondok Bambu.

* * * * *

Pukul 12:22. Masjid Al-Anwar Pondok Bambu.

Syukurlah angkot K22 melewati Jalan Kejaksaan. Aku bisa turun di Masjid Al-Anwar dan menunaikan shalat Dzuhur disana. Mengambil wudhu, shalat, dan tilawah sebagai pelepas penat dan penenang hati. Ketika tilawah, aku menangis karena merasa kelelahan menghadapi macet dan kesal karena pagi ini kesiangan bangun. Akhirnya terbata-bata antara melantunkan ayatNya dengan menangis, namun setelah empat 'ain aku pun menjadi tenang. Alhamdulillah.

"Nui..syuronya udahaaan. Kamu dimana? Huhuhu"

Whatsapp dari Kak Dian. Aku menjawab bahwa aku sedang di Al-Anwar, dan berpamitan izin pulang.

Hasil syuro? Kak Aji akan share. Lebih baik menunggu. Kekecewaan pada diri sendiri mengurungkan niatku untuk bertanya hasil syuro dan berkomunikasi dengan anggota MS lainnya. Malu. Merasa bersalah. Merasa ga bertanggung jawab.

Akhirnya aku pulang dengan perasaan yang lebih tenang, walaupun kecewa itu masih ada.

* * * * *

Penasaran.

Hasil syuro tadi itu bagaimana?

Notifikasi whatsapp berbunyi. Dari Kak Daus.

"Mohon maaf kawan...Kalau berangkat sekarang apa syuronya masih jalan?"

Kak Annisa: "Udah selesai dari Zuhur tadi"

Pukul 15:06. Tak ada bahasan lanjutan. Oke. lebih baik menunggu.

.....

Ding!

Notifikasi Whatsapp berdentang pada pukul 17:23. Dari Kak Daus. Bertanya apakah hasil syuronya sudah menentukan ketua Alumni Rohis terpilih atau perlu ada syuro lanjutan. Tapi dialog terhenti disitu.

.....

Ding!

Kali ini dari Kak Aji pada pukul 17:52 . Mem-forward kabar dari Mesir sana. Tentang Jenderal Sisi dan rezim militernya yang mulai membantai rakyat. Tentang RS yang mengatakan angkat tangan dengan banyaknya jumlah korban. RS yang tak punya alat bedah dan pasokan darah. Ditutup dengan pesan ukhuwah agar menyelamatkan umat Islam di Mesir. Doa terkirim untuk bersatunya umat Islam di Mesir.

Doa terkirim untukmu, syuhada Mesir. Semoga dunia Internasional tidak kembali membisu dalam peristiwa ini. Aamiin.

* * * * *

Pukul 19:24

Penasaran. Bagaimana hasil yang didapat dari syuro siang tadi?

Menunggu. Sungkan bertanya. Terdiam. Pening.

Syuro tadi tidak diikuti olehku dan Kak Daus. Dan Kak Annisa bilang hasilnya akan di share oleh Kak Aji. Tapi mana...??

.....

.....

Lebih baik menunggu sampai ada yang angkat bicara.




D'oh. I'm such a coward



Monday, July 8, 2013

Virus Merah Jambu


Ya, aku kena virus ini sekarang.

Tapi kenapa virus merah jambu (yang biasa disingkat jadi VMJ) kadang suka "membenarkan" kejadian yang biasa-biasa saja menjadi kejadian luar biasa spesial bagi kita?

Ini. sangat. mengganggu.

* * * * *

Oke, dalam postingan kali ini, ijinkan aku mengutip kata-kata dari postingan salah satu sahabatku yang berjudul 'Jadilah Teman yang Baik':

"Tidak maukah kita?
Menjadi pribadi yang hanya dengan mengobrol dengan kita,

seseorang ingat dengan sholatnya yang belum sempurna.
Hanya dengan bertemu kita,
seseorang ingat belum menyisihkan uangnya untuk berinfaq.
Hanya dengan menyapa kita,
seseorang ingat telah tidak ramah dengan ibunya.
Dan hanya dengan mendengar kabar tentang kita,
seseorang jadi terpacu untuk berprestasi lagi,
karena melihat kebaikan yang terpancar dari diri kita."

Kutipan ini sangat memacu semangatku dalam memacu diri agar lebih baik lagi dan menjadi teman yang baik sebagaimana dideskripsikan di atas.
[makasih ya sahabatku atas postingan barunya (-^v^-) semoga kita dan teman-teman halaqah bisa menjadi pribadi yang memancarkan kebaikan. aamiin]

TAPI karena lagi terkena VMJ..akhirnya malah kepikiran si oknum yang bikin aku kena virus itu .__.
*haduuuuuuh

Kenapa bisa begitu?

Karena begitu membaca kutipan di atas pada postingan aslinya, pribadi yang membuatku mengingat shalatku yang belum sempurna dan segala amalan ibadahku yang masih kacau-balau hanya ketika berinteraksi dengannya, justru pertama kali kutemukan pada sosok seorang ikhwan senior.

Bukan. bukan berarti bahwa tidak ada akhwat yang berkriteria sebagaimana disebutkan dalam kutipan di atas. Justru banyak banget teman-teman akhwat yang aku kagumi dan bikin aku ngerasa bahwa "aku harus mengejar level mereka". Tapi hanya pada ikhwan yang satu itu yang bikin aku ngerasa kayak di hisab di dunia. Berasa inget semua dosa dan mau taubat berkali-kali...

Lebay, yeah? but that's what I feel.

[padahal aku ga tau tuh kayak apa rasanya di hisab. eh malah sok-sok pake analogi begitu.. astaghfirullahalazhim! :(]

Ya..intinya..
aku kagum sama ikhwan itu. Kagum akan prestasinya yang menurutku luar biasa.

Dan BAHAYAnya adalah, rasa kagum itu perlahan terjangkiti virus merah jambu hanya karena parasnya yang mirip dengan...



Nouman Ali Khan.
Shaikh favoritku.

(yang nebak kalo parasnya mirip sama mantan saya, boyband korea, aktor ganteng lokal maupun internasional, atau siapapun, tet-tooot kamu salah tebak :p)

*sigh*
[menghela nafas panjang]

Ya ALLAH..semoga bulan ramadhan tahun ini bisa menjadi bulan pembentuk habits-habits positif yang udah aku rencanakan. aamiin allahumma aamiin...