Wednesday, March 27, 2013
Rindu...
Sudah tiga hari ini ga Qiyamul Lail. Tahajud dan Witir terlewatkan,
Dan hari ini bahkan Dhuha pun terlewat...
Lelah diri ini karena apa..?
Sunday, March 17, 2013
Harusnya...
For the time I've lost for committing sins
I should have stayed awake a lot more than anybody else
Repent and regret for all the mistakes and sins I've committed
By doing a lot more of righteous deeds and du'a
Asking for Your forgiveness
For the time I've spent in following my lust
I should have turn to You right away
And promise myself not to be lustful anymore
By strengthening my iiman and taqwa
Becoming a true believers
But what have I done?
Why does it feels so hard to do what I should do?
* * *
By time,
Indeed, mankind is in loss,
Except for those who have believed and done righteous deeds and advised each other to truth and advised each other to patience
--Al-Asr (103): 1-3--
* * *
This is a beautiful music video from Maher Zain :')
Hear my prayer when I ask You to forgive me...
Saturday, March 16, 2013
This Morning, I Remember...
Apa yang tampak di depanku ketika bertemu denganmu?
Seorang teman yang biasa saja
Cenderung pendiam
Sedikit dingin
Apa yang kudengar tentangmu ketika dua minggu menuntut ilmu di Universitas ini?
"kau tahu, mukanya mirip denganmu loh. Jodoh tuh"
Aku mengamati
Apa iya?
Apa yang kualami ketika mengerjakan UAS kelompok pertamaku?
Pertemuan yang tak disengaja di sebuah rumah makan
Penyusunan tugas kelompok di rumahmu
Pertolongan penuh solusi darimu
Semua bermula dari situ
* * *
Entah bagaimana kejadiannya waktu itu
Aku mendengar kabar bahwa kau pernah mengikuti sebuah ujian masuk perguruan tinggi
Ujian yang pernah kuikuti juga
Benarkah? Rasa senang timbul dalam hati
Kucari kebenarannya melalui search engine
Dan akhirnya kulihat dengan jelas
Namamu memang terdaftar pada situs pengumuman kelulusan ujian tersebut
Kalau saja kau memilih kuliah di sana,
Aku takkan bertemu denganmu
Ya ALLAH, terima kasih
Engkau mempertemukan kami di Universitas ini, jurusan ini, dan kelas ini
Itu ucapan syukurku kala itu
Dan segala pengandai-andaian bermula dari situ
* * *
"Kalian kakak-beradik?"
Aku tercenung. Pertanyaan seniorku ini sangat lucu
Kujelaskan bahwa kami bukan saudara, apalagi kakak-beradik
"Ya ampun, soalnya muka kalian sangat mirip"
Seketika, hatiku dipenuhi guratan merah jambu
* * *
Waktu berjalan
Kami kian akrab, dan seringkali memiliki pemikiran yang sama
Keinginan yang sama
Hingga akhirnya perasaan yang sama
Siapa yang menyangka,
bahwa perubahan hidupku bermula dari situ
* * *
Aku tak mau mengingat apa yang terjadi
Bukan, lebih tepatnya, aku tak sanggup
Semua kenangan itu sudah susah payah kuganti
Jadi, tak usah berupaya untuk mencaritau yang sebenarnya
* * *
Jika memori memiliki foldernya sendiri-sendiri
Maka ada satu folder kenangan di kepalaku
Yang hingga saat ini tidak bisa kuhapus ataupun kuganti isinya
Folder itu bernama MO
Dan passwordnya adalah masa depan
Thursday, March 14, 2013
Eventhough It Hurts, I'll Make A Brand New Start
♫ I don't wanna cry
Please dry my eyes
I'm feeling down
Without you, I'm feeling down ♫
Saat itu jam sudah menunjukkan jam sebelas malam, tapi aku merasa tidak ada salahnya masih bernyanyi sesuka hati dalam kamarku. Lagipula, aku yakin suaraku tidak sebesar itu hingga bisa terdengar oleh tetangga. Aku juga sadar diri untuk tidak mengganggu orang tuaku yang sudah terlelap. Kamar mereka cukup jauh dari kamarku. Yang kukhawatirkan adalah, suaraku mengganggu waktu istirahat kakakku yang kelelahan mengajar hari ini. Kamarnya tepat bersebelahan dengan kamarku.
Ah, tapi dia juga sering kok menyanyi hingga jam dua pagi kalau lagi begadang. Gantian gapapa kan? Hehe
Lagu berjudul "Alone" yang dinyanyikan oleh girl group Korea bernama Sistar ini sudah cukup lama tak kudengar. Ada sedikit rasa kangen juga sih sama lagu ini. Entah kangen karena apanya. Yang jelas, aku mengingat bahwa lagu ini mewakili perasaanku yang seringkali merasa kesepian setelah putus dari..*ehm*..mantan. Padahal sudah nyaris tiga tahun berpisah, tapi rupanya memori bersamanya masih kuat saja menempel di ingatan.
* * *
Tunggu sebentar. Intro piano ini.
Hey, this is my story.
It's true.
Okay, listen.
Suara monolog penyanyi ini.
Ya ampun, kenapa aku lupa kalau aku memilih playlist yang berisi semua lagu Korea yang ada di hapeku? Biasanya aku memilih playlist yang hanya berisikan beberapa lagu bernada ceria untuk menemaniku mengerjakan tugas. Duh, aku jadi mendengar lagu ini lagi setelah empat bulan berhenti mendengarnya karena memberikan efek galau. Ckckckck.
Tapi tak bisa kupungkiri kalau lagu ini memang bagus. Lagu dari Rain (Bi/Jung Ji Hoon) yang berjudul "Love Story". Dinyanyikan dalam bahasa Inggris. Akhirnya lanjut dengerin lagunya, karena yaaa...memang bagus. Entah kenapa suara piano yang mengawali lagu ini selalu mengundangku untuk mendengarkan lagu ini sampai selesai. Apalagi suara Rain juga keren in my opinion. Tapi..lagu ini beresiko membangkitkan kenangan atas semua kejadian saat bersama mantan. Well, just stay calm.
* * *
Dan sampailah pada bagian dengan lirik galau pertama. Bagian reff.
♫ This song is a story of a true tragedy
I gave up my heart, I tried to give you all of me
We've come to the ending somehow, I don't know what to do
But I don't wanna forget now
I love you baby, I still love you
This is the sound of honesty
I gave up my heart, I tried to be all I could be
My heart's gonna wait forever, I'm still holding on to
All of our moments together
I love you baby, I still love you ♫
Hmm. Oke. Bagian reff tidak berdampak apa-apa untukku yang sekarang. Alhamdulillah. Semoga di spot-spot lirik tertentu yang berikutnya juga ga mendatangkan kenangan yang udah berlalu.
♫ We were so much in love, tell me how could you forget
Wish you were here with me but memories are all I have left
It seems the promises that you made to me were nothing ♫
Ah. Bagian ini. Membuatku teringat akan sang mantan yang pernah berkata akan menikahiku. Berkata bersedia mengajariku agama (pada waktu itu aku belum menyadari pentingnya ilmu agama dan belum tertarik mempelajari agama secara benar). Yeah, right. Penyesalanku masih terasa karena percaya padanya dan janjinya. Kenyataannya kami berpisah, we've come to the ending somehow. Berpisah bukan karena kesadaranku saat ini akan cinta mulia dan propaganda JOSH (Jomblo Sampai Halal), melainkan berpisah dengan segala argumen dan...entahlah aku lupa. Yang kutau, dulu itu adalah pengalaman yang buruk; yang membuatku selalu digeluti rasa bersalah dan tertekan jika mencoba mengingatnya.
♫ Gotta close the door, just like you did before
See, my heart is broken baby
I can't do it no more
Even though it hurts, I'll make a brand new start
And lay to rest all the moments that played with my heart ♫
This is the solution offered within the song. Ya, walaupun rasanya sakit, aku harus bertekad dan harus mampu memulai awal yang baru untuk masa depanku. Meninggalkan semua kenangan indah yang takkan terulang lagi....kenangan dengan orang yang--sampai saat ini sepertinya--salah. Bukankah ada kutipan yang berkata "don't cheat on your future because of your past". Jangan mencurangi kehidupan masa depanmu dengan melihat masa lalumu. Jangan sampai menyerah untuk meraih masa depan yang lebih baik hanya karena masa lalumu yang buruk. Mungkin aku merasa sangat sakit hati dan ada sedikit trauma yang membuatku tidak bisa berinteraksi secara normal dengan lawan jenisku, tapi sedikit demi sedikit aku yakin aku bisa merasakan kembali jatuh cinta dan menyempurnakannya dalam pernikahan nanti. Aamiin
* * *
Wanna hear the song? You could listen to it here:
Or maybe you'd rather see Rain hits and kills someone in this 30-minute "Love Story" movie (eng sub)?
Enjoy :)
"Saat Anda menceritakan kejadian masa lalu yang buruk,
apakah perasaan Anda saat itu, masih ada dalam cerita Anda sekarang?
Jika ya, maka Anda termasuk yang mudah dilemahkan,
hanya dengan mengingat pengalaman buruk di masa lalu.
Berfokuslah pada kata-kata dalam bicara Anda,
bukan pada perasaan dalam cerita Anda.
Latihan ini akan menjadikan Anda pribadi
yang lebih matang dalam menangani kejadian buruk."
(Mario Teguh)
Tuesday, March 12, 2013
Takut mubadzir tapi...
Tik.Tok.Tik.Tok. Detik jam terus berjalan. Aku membuka mata, bangkit dari tidur-tidur ayam yang sedari tadi kulakoni. Jam dua pagi.
Perutku mual dan kembung? Sepertinya masuk angin. Apa karena aku mandi jam sepuluh malam ya?
Beruntung ada minyak kayu putih di meja dalam kamarku. Langsung ku oleskan tak tanggung-tanggung. Panas memang, tapi ini upaya agar kembung dan angin dalam perutku bisa keluar. Aku pun kembali meringsut ke kasur dan memeluk bantal. Eh..tapi..perutku tiba-tiba berontak! Akhirnya aku bergegas ke kamar mandi dan membuang apa yang harus dibuang. Huh..membuat lemas saja jika yang dikeluarkan berupa diare.
Di kamar, aku oleskan lagi minyak kayu putih dan kembali menutupi perutku dengan bantal.
* * *
Pik. Mataku terbuka dan langsung tertuju ke arah jam dinding. Jam empat kurang lima belas menit. Sebentar lagi papa bangun dan shalat tahajud. Apa sekalian aku bikin teh aja ya..ngangetin perut.
Dan itulah yang kulakukan. Teh hitam rasa apel merk Walini dengan dua bungkus gula Tropicana Slim rasa lemon. Ditambah air hangat. Lumayan untuk meredakan mual-kembung dalam perut. Aku pun menyeruput teh dengan syahdu sambil merasakan sensasi hangat dalam perut. Haaaa leganya..
Kusisakan setengah gelas teh untuk kuminum lagi nanti. Aku kembali ke kamarku dan duduk-duduk manis sambil menunggu papa keluar kamarnya. Ceklek. Jam empat lewat lima belas, papa sudah kelar wudhu dan bersiap shalat tahajud di mushola kecil-kecilan yang ada dalam rumahku. Aku langsung keluar kamar dan mencegatnya.
"Pa, aku masa' mual-mual sama kembung. Malah sempet diare tadi. Kayaknya masuk angin deh", kataku sambil mengambil sisa teh yang sebelumnya aku minum.
"Lah? Mama juga kemaren malem buang-buang air terus. Emang makan apa sih semalem?"
Waduh? Mama juga diare? kayak-kayaknya.. "Kentang balado yang semalem nih kayaknya, Pa"
"Oiya itu kan pedes! Jadinya pada diare deh. Papa ga makan itu soalnya"
Sebenernya sih bukan karena pedesnya, Pa. Waktu mau dimakan udah agak bau tapi disuruh ditumis lagi biar bisa dimakan dan ga mubadzir. Abis dapet dari kantor mama kan tuh kentang ga langsung masuk kulkas dan dibiarin di meja makan hampir tiga jam...sayang dibuang, jadi coba ditumis lagi dan dimakan deh..
* * *
Teh yang setengah gelas sudah habis. Karena lagi ga shalat, aku duduk-duduk aja sambil mengelus-elus perutku yang makin ga enak rasanya. Mau balik ke kamar, tapi rasanya ada sesuatu yang salah. Dan tanpa sadar berjalan ke arah kamar mandi.
Dan bener aja. Aku muntah cukup banyak.
Tapi ada sedikit rasa lega sih habis ritual muntah itu. Perut sedikit plong dan ga begitu mual-kembung lagi hehe. Dengan senang hati aku pun kembali ke kamar dan berniat tidur lagi, tapi ternyata korban kedua dari kentang balado semalem juga mulai bergejolak perutnya. Mama minta tolong diambilin ember karena tiba-tiba mau muntah sebelum shalat shubuh. Huaaaaaaaa
* * *
Setelah situasi mulai stabil dan tenang, aku dan mama sedikit brainstorming. Ini adalah sebuah pelajaran, untuk jangan terbawa nafsu memakan makanan yang kita sukai ketika makanan itu sebenernya udah kurang layak dimakan. Ini murni kekhilafan, kenapa kentang baladonya ga langsung diangetin tapi dibiarin dalam bungkusan selama tiga jam lebih? Kenapa pas tau udah bau kentangnya tapi tetep mau dimakan? Aduh..serba salah deh..Pengennya ga mubadzir dan buang-buang makanan, tapi malah ceroboh dan bikin makanan jadi basi. Udah gitu maksa dimakan pula...
Semoga untuk selanjutnya aku dan keluarga lebih teliti dan ga membiarkan makanan yang cepet basi terlalu lama di meja makan. Maafkan aku ya ALLAH..karena akhirnya kentangnya dibuang dan jadi mubadzir juga huhuhuhu..
Subscribe to:
Posts (Atom)