Ahad yang lalu, 15 September 2013, aku ikutan seminar kepemimpinan #TheGreatLeader di Rabbani Rawamangun. Jargonnya sih menyebutkan nama Khalid bin Walid. Kupikir acaranya mungkin akan membahas tentang sahabat Rasulullah yang digelari sebagai "Pedang ALLAH yang terhunus" itu. Aku pun jadi tertarik ikut karena membayangkan akan mendapat pencerahan mengenai kepemimpinan dan kisah Khalid bin Walid. Apalagi tiket seminar tersebut mendapat diskon 50% bagi
follower @Sahabat_Rasul, yaitu hanya membayar Rp50,000 dari seharusnya bayar Rp100,000 hehehe. (FYI sedikit, aku biasanya berani bayar tiket dibawah/seharga Rp50,000 untuk seminar-seminar ilmu. Tapi kalo di atas harga itu, aku mikir-mikir berkali-kali dulu yang lamaaaaa hahaha).
Jadi, berangkatlah aku ke seminar tersebut dengan segudang harapan. Harapan memperolah ilmu baru tentang kepemimpinan (karena aku sama sekali payah memimpin diri sendiri T__T), memperoleh ilmu baru mengenai Khalid bin Walid, dan harapan melebarkan ruang gerak. Kenapa melebarkan ruang gerak? Karena aku terbiasa jadi anak rumahan yang buta arah dan ga tau jalan. hiks...Jadi ini akan jadi pengalaman bepergian ke daerah rawamangun hahahhaa :p
Aku berangkat di antar ayah. Begitu sampai di Rabbani, aku sempat bingung.
Ini toko baju kan ya...seminarnya dimana? Aku yang baru pertama kali ke Rabbani jadi agak norak juga hahhaha. Akhirnya di lantai dasar itu aku nanya ke mbak-mbak kasir mengenai seminar. Dan mbak nya langsung mengatakan kalau seminar ada di lantai 5, sambil menunjukkan arah
elevator. Aku sempet kagum juga
pas denger penjelasan mbaknya.
Wah..lantai 5? Tinggi juga ya untuk sebuah toko baju. Apalagi pake lift segala. Keren! <-- Ke-norak-an pertama :p
Begitu sampai di lantai 5, pemandangan begitu keluar lift langsung berupa aula luas gitu. Aku jalan aja dan mendatangi meja registrasi, yang langsung disambut dengan kata "Maaf Mbak, sepatunya dilepas dulu di sana (sambil nunjuk rak sepatu)".
"Oh, maaf Mbak saya ga tau". Aku langsung balik arah ke tempat rak sepatu, dan begitu sampai rak sepatu (yang ternyata tempat aku keluar dari lift), tertampanglah
notice yang cukup besar: "Harap meletakkan sepatu/sandal di tempat ini". Doeeeeeeng ternyata ada pemberitahuannya! Aku kenapa pas keluar lift ga nyadar sih! malu bangeeeeeet < Ke-norak-an kedua hahhhaha
Setelah insiden itu, aku balik lagi ke meja registrasi dan duduk di tempat peserta. Aku duduk di baris belakang, dan hanya ada satu orang di samping aku. Aku salaman sama dia, tapi karena aku orangnya
introvert, rasanya mau kenalan dan ngobrol tuh beraaaaaat banget. Padahal harunys mudah karena cuma satu orang doang. Akhirnya aku duduk diem, tapi dalem hati mikirin pertanyaan-pertanyaan yang bisa aku lontarkan buat kenalan.
Duh, suasananya awkward
gini..aku mau ngomong apa ya??
Alhamdulillah..sekitar 5 menit berlalu, mbak yang di samping aku yang duluan nyapa aku. Akhirnya kita berkenalan, dan nama dia Irma. Kita akhirnya ngobrol-ngobrol sedikit sampai akhirnya acara di mulai.
Acara dimulai dengan
intermezzo dan
ice breaking. Kemudian dilanjutkan oleh pemateri pertama, yaitu Surya Fazar. Aku ga kenal dia, tapi
first impression aku ke dia adalah:
Tinggi, ya. (*Gubrakk)
Second impression aku ke dia setelah dia
ice breaking dan memperkenalkan profilnya:
What? Kelahiran 1994? udah jadi trainer? Subhanallah...ga nyangka umurnya bahkan lebih muda dari aku.
Dan seiring berjalannya materi, aku jadi malu sendiri karena kata-kata dan materi dari dia bikin aku jleb jleb jleb banget. Pas materi tentang "rantai gajah" aku sampai nangis. Dan aku kembali menangis ketika kami, para peserta, diminta saling bergandengan tangan dan membentuk lingkaran untuk mendeklarasikan janji kami untuk menjadi pribadi ALLAH yang istimewa. Istimewa bagi diri sendiri, istimewa bagi keluarga/ sahabat/lingkungan sekitar, istimewa karena ALLAH telah mengistimewakan penciptaan kami :')
Oh iya. Tentang "Rantai Gajah". Disebut "Rantai Gajah" karena dianalogikan melalui pertanyaan ini:
"Bagaimana cara menjinakkan gajah liar?"
*silahkan sebelum lanjut membaca tulisannya, dijawab masing-masing dulu hehehe*
.......
........
..........
Yak. Yang sudah punya jawaban, boleh dicocokkan dengan jawaban dari trainer Surya ya,,Ternyata untuk menjinakkan gajah liar itu cukup mudah. Pertama, bius gajahnya hingga tak sadarkan diri. Lalu, pasang rantai kapal/tali yang tebel di kakinya. Tunggu sampai gajah liarnya bangun. Lalu ketika sang gajah bangun dan berlari--mencoba kabur--pada jarak tertentu apa yang terjadi? Gajahnya jatuh dan ga bisa maju karena terikat rantai kapal. Kalau dia mau berusaha bangun dan maksa lari lagi, apa yang terjadi? Gajahnya jatuh lagi. Berulangkali si gajah jatuh bangun jatuh bangun sampe akhirnya kecapekan. Abis itu datanglah orang yang membius dia tadi, dengan membawa makanan yang ga enak. Kira-kira dimakan ga? Kalau kecapekan sih ya dimakan deh biar nambah energi.
Bayangkan jika keadaan ini terjadi berbulan-bulan, atau setidaknya berhari-hari. Kira-kira sang gajah bakalan protes sama makanan yang ga enaknya, atau malah terbiasa? Trus gajahnya bakal nyoba kabur atau udah kebiasa santai-santai dan dapet makanan?
Lalu bagaimana kalau rantai kapal yang mengikatnya selama berhari-hari atau berbulan-bulan itu akhirnya dilepas? Masihkah gajah mencoba kabur?
Sang gajah ga mencoba kabur lagi. Karena rantainya sudah dipindahkan.
Pindah kemana?
Ke pikiran si gajah. Si gajah udah menyimpan tuh dalam memorinya bahwa dia ga bisa kabur. Udah berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dia terbiasa berdiam dan dapat makanan gratis. Dia masih mengingat bahwa dia ga bisa kabur karena percuma--dia jatuh terus. Dan si gajah percaya bahwa percuma untuk kabur.
Nah, lalu bagaimana dengan kita? Ternyata kita juga punya loh "rantai gajah" ini. Kita punya "rantai gajah" yang membatasi diri kita untuk berusaha bergerak dan berlari untuk mencapai tujuan kita. Hanya saja, "rantai gajah" yang mengikat kita untuk berjalan adalah berupa:
1. Aku bodoh
2. Aku keturunan miskin
3. Aku tidak bisa sukses
4. Aku tidak percaya diri
5. Aku tidak bisa seperti mereka
6. Aku takut gagal
7. dan lain-lain
Bingung? sekarang coba deh ambil secarik kertas dan pikirkan (serta analisa) "rantai gajah" kita beserta konsekuensinya. Kemaren, ini "rantai gajah" yang aku bikin.
Dari gambar diatas, bisa dilihat "rantai gajah" yang aku punya, yang membuat aku merasa susah untuk bergerak dan berlari maju menuju kesuksesan. Aku ambil contoh satu ya buat dijelasin..
1.
Rantai Gajah: Ga tau jalan (buta arah)
Apa yang Terjadi jika Ga tau jalan? Aku ga berani pergi-pergi keluar rumah yang jauh jaraknya.
Apa yang terjadi jika Aku ga berani pergi-pergi?
Link untuk mencari ilmu (seminar, dll) jadi sedikit.
Apa yang terjadi jika
Link untuk cari ilmu sedikit? Ga berkembang potensi dalam diri aku.
Apa yang terjadi jika Potensi diri ga berkembang? Aku jadi
useless dan ga bermanfaat untuk orang lain.
*Dan diteruskan pertanyaan ini sampai mentok dan ga tau mau jawab apa lagi. Dalam kasus aku, kalau aku udah jadi
useless dan ga bermanfaat untuk orang lain, maka yang terjadi mungkin aku sedih dan kecewa sama diri sendiri. Terus kalau sedih dan kecewa, apa yang terjadi? Mungkin ga mau punya temen karena malu :((
Kemudian, setelah menganalisa rantai gajah dan konsekuensinya,
list berikutnya dibuat pula yang isinya tentang resolusi harapan jika "rantai gajah" tersebut bisa dibuang. Ini resolusi yang aku bikin kemaren.
Aku contohkan lagi dengan kasus yang sama:
1.
Rantai Gajah: Ga tau jalan (buta arah)
Keuntungan Jika Rantai Tersebut Hilang:
- Bisa kemana-mana sendiri
- Bisa nyari ilmu dimana-mana
-
Knowledge berkembang
Bagaimana Menghilangkannya?
- Jangan takut untuk sering jalan-jalan
- Jangan ragu untuk tanya arah lokasi
- Jalani dan alami sendiri bepergian dan amati lokasi
Nah. Sekian dari contoh resolusi aku. Harapannya, dengan melakukan kedua tahapan seperti di atas, kita--aku khususnya--jadi bisa menganalisa diri sendiri nih. Apa hambatan kita dan keuntungan apa yang sebenarnya bisa kita dapatkan dengan menghilangkan "rantai gajah" tersebut. Jujur, aku pas udah analisa "rantai gajah" diri sendiri jadi sedih..betapa sudah ada waktu dan manfaat yang terbuang hanya karena aku memanjakan dan menuruti "rantai gajah"ku sendiri :(( Padahal kalau aku bisa memikirkan dan menuruti langkah menghilangkan rantai gajah itu, setidaknya aku bisa lebih baik dari sekarang. Yup, kini saatnya untuk berubah! Hamasah! ( '^')9
Akhir kata, semoga info ini bermanfaat untuk mulai memimpin diri sendiri ya :D
Pimpin diri sendiri untuk menunju kesuksesan yang diidamkan ^^
*part 2 menyusul. hehe. Insya ALLAH tentang mem-
planning masa depan ;)