Monday, May 20, 2013

Kenapa saya galau..


Habis membaca artikel dari muslimah.or.id di sini, dan menemukan beberapa kalimat yang terasa #jleb buat aku...

* * * * *

لاَ حَسَدَ إِلَّا عَلَى اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الكِتَابَ، وَقَامَ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ، وَرَجُلٌ أَعْطَاهُ اللَّهُ مَالًا، فَهُوَ يَتَصَدَّقُ بِهِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ
“Tidak ada iri kecuali untuk dua jenis manusia: Seorang yang Allah berikan kepadanya Al Qur-an (hafal Al Qur-an), membacanya ketika shalat di waktu malam dan di waktu siang, dan yang kedua adalah seorang yang Allah berikan padanya harta yang melimpah, lalu dia membelanjakannya dalam ketaatan baik di waktu malam maupun di waktu siang.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ya..aku iri kepada mereka yang hidup dalam ketaatan pada ALLAH..
karena aku tidak--belum--bisa menanamkan ayat Al-Qur'an dalam setiap lisan, pikiran, dan hati..
belum spenuhnya bergantung kepada ALLAH..
belum sepenuhnya yakin bahwa pertolongan ALLAH itu dekat..
belum maksimal menyalurkan dan membelanjakan rezeki yg kupunya..

Kapan aku bisa memanifestasikan hadits yang mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat?

* * * * *

إنما يعطى الرجل على قدر نيته
“Seseorang diberi sesuai kualitas niatnya.”

Bagaimana cara meluruskan niat dan menjaga niat mencari keridhaan ALLAH?

* * * * *


فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ ( ) وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ
“Maka apabila kamu telah selesai (dalam suatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Dan hanya kepada Rabb-mu lah hendaknya kamu berharap.”(QS. Al-Insyirah: 7-8).

....akhir-akhir ini aku malah keasikan bersantai-santai,,
padahal ada prioritas yang aku harus kerjakan..
sesuatu yang bernama SKRIPSI
Ah.. :((

* * * * *

“Ibadahnya orang yang lalai itu bernilai rutinitas, dan rutinitas orang yang berjaga (dari lalai) itu bernilai ibadah.” (Syarh Al-Arba’in An-Nawawiyyah, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin, Dar Ats-Tsuraya, th. 1424 H. hal. 13)

Aku sadar kalau aku termasuk orang yang lalai. Apakah mutlak bahwa ibadahku hanya bernilai rutinitas? Tanpa adanya jiwa yang mengharap ridhaNya dan bersyukur padaNya? Adakah rutinitasku bernilai ibadah? Wallahu a'lam. Yang kutau, amat tipis dan sulit membedakan lalai yang beribadah secara rutin, atau rutin yang paham beribadah..

* * * * *

Bersungguh-sungguh dalam beramal shalih serta memurnikannya untuk mengharap wajah Allah semata, baik berupa amalan hati, lisan, maupun anggota badan.

Bismillah..insya ALLAH..aamiin
*BRB galau dulu :(



Friday, May 10, 2013

Semua Terangkum Jadi Satu


Kemarin malam, sebelum tidur, aku iseng bermain-main di Google Maps
Mencari tau Kobe Mosque dan Kobe University
Mencari rute arah perjalanan dari Mosque ke University
dan tak lupa menempatkan posisi diri di depan kedua gedung untuk melihat secara real


Kobe Mosque. Mesjid pertama di Jepang

Zoom Gerbang Kobe Mosque

Gerbang Masuk Kobe University

Gerbang Masuk Kobe University (mungkin untuk pejalan kaki?)

Kalo dipikir-pikir, niat banget aku nyari tau ampe segitunya hehe

Dan info untuk perjalanan dari Kobe Mosque ke University, katanya sih jaraknya sekitar setengah jam
- 10 menit jalan kaki ke stasiun Sannomiya
- Naik kereta jalur Hankyu-Kobe (dari stasiun Sannomiya ke stasiun Rokko. cuma 7 menit :O)
- Jalan kaki 1 menit ke Halte-Bus-entahlah-apa-namanya dan naik Bus 36 (kayaknya hahaha)
- trus perjalanan busnya 6 menit saja, dan lanjut jalan kaki 1 menit lagi untuk sampai ke Kobe University

Atau ada juga yang 41 menit katanya
- Jalan kaki 12 menit ke stasiun Motomachi
- Naik kereta jalur Tokaido-Sanyo (dari stasiun Motomachi ke stasiun Rokkomichi 7 menit)
- Jalan kaki 1 menit ke Halte-Bus-entahlah-apa-namanya dan naik Bus 36
- trus perjalanan busnya 12 menit, dan lanjut jalan kaki 1 menit ke Kobe University
*mungkin karena Rokkomichi lebih jauh dari Rokko, jadi walopun naik busnya sama, jaraknya lebih jauh
*sebenernya enakan tanya ama orang Jepang langsung daripada sotoy liat di gugel hahahhaa

Ah..pengen kesana..

* * * * *

Pagi ini, aku agak kaget karena terbangun dari mimpi
Mimpinya...mimpi menikah...dengan juniorku yang baru saja aku kenal sebulan yang lalu!
Padahal jarang ngobrol .__.
Yadda yadda -__-a

* * * * *

Kejadian menyebalkan hari ini, ada anak yang kurang peduli sama orangtua
Gimana ngasih taunya ya.. *sigh*

* * * * *

Aku lagi males nulis dan ngantuk pula..
So..I'll end today's post just like this,,



Saturday, May 4, 2013

Menzhalimi Diri Sendiri


Saat ini, aku mengetik sambil sesekali meneguk kopi yang baru saja kubuat
Jam menunjukkan pukul 01:27 AM

* * * * *

Pikiranku melayang pada kegiatanku hari kemarin
Kegiatan? Rasa-rasanya hanya diisi dengan tidur saja?
Kubuka catatan Mutabaah Yaumiyah di binderku
Astaghfirullah..lima amalan targetku terlewatkan

Buku agenda harianku?
Agenda hari kemarin belum kuevaluasi
Agenda hari mendatang belum kucatat
Singkat cerita, memang buku itu kubiarkan begitu saja

* * * * *

"Di antara tanda kebaikan keislaman seseorang; jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya" (HR At-Tirmidzi)

* * * * *

Ya, kemarin kuakui memang aku menzhalimi diri sendiri

Di pagi hari, hanya karena kelelahan berolahraga, aku melewatkan dhuha karena tertidur
Di siang hari, aku tidak makan siang dan menjadi lemas, sehingga mengakhirkan zuhur
Di sore hari, sendiri di rumah, aku terjaga dalam diam. Terbaring tanpa aktivitas
Di malam hari, aku terlena dan terbuai dengan hiburan duniawi. Dan berujung pada sulitnya tidur

Aku menzhalimi diri dengan menyia-nyiakan waktu
Berlama-lama dalam aktivitas yang tak bermanfaat
Membiarkan tubuh tidak mendapatkan haknya

Padahal sebelum aku olahraga di pagi hari, aku baru saja membaca sebuah artikel,
yang kalau diingat sangat membuatku malu. malu. malu. malu. malu.
kenapa aku baru ingat sekarang? sungguh, menyesal itu selalu datang belakangan


Khilaf. Lalai. Merugi.
Setelah membaca artikel itu, aku malah berakrab-akrab dengan yang tak manfaat.

* * * * *

Pukul 02:12
Kopiku sudah habis 15 menit yang lalu.
Akankah aku tertidur dan mendapat kesempatan merubah kelalaianku di pagi hari nanti?
Atau tetap terjaga dalam penyesalan dan rendahnya stamina beribadah di sepertiga malam?



Wednesday, May 1, 2013

Can't Imagine It, Can you?


Ini lanjutan dari postinganku yang berjudul "Ga Semudah Itu, Bang..."

* * * * *

"Nui, sebenernya ada yang mau gw kasih tau tentang oknum K"

"Oya? Apa?" | *deg-degan*

"Waktu itu dia bilang kan mau nyari pacar orang Indonesia?"

"He'eh. Terus?" | *masih deg-degan*

"Kemarin gw denger..ada yang nanya ke oknum K..apa bener dia serius mau nyari pacar orang Indonesia. Terus lo tau ga si oknum K bilang apa?"

"Apa?" | *kayaknya ada yang aneh nih*

"Intinya kalo kata teman kita--oknum Y--, oknum K kira-kira bilang, 'I can't imagine marrying a Muslim girl'"

"........" | *speechless*

"Rasanya mau bilang di mukanya oknum K, 'emang kenapa kalo cewe Muslim? masalah buat lo?!'"

"........" | *mencerna info yang barusan kudengar*

"Itulah Nui kenapa gw ngerasa ternyata oknum K ga sebaik yang dibilang temen-temen kita dari Jepang"

"........" | *oh..jadi gitu toh*

"Kemaren-kemaren aja dia bilangnya mau nyari pacar orang Indonesia. Eeeeeh sekarang malah can't imagine marrying a Muslim girl. Gw sebagai cewe Indonesia yang Muslim berasa diinjek-injek. Emang salah kalo agama gw Islam?"

"Iya ya..." | *well, I actually expected something like this to happen. It must have been hard for him to understand and follow Islamic teachings*

"Gw jadi ga respect sama dia. Ngapain pake bilang mau nyari pacar orang Indonesia klo ujung-ujungnya tetep sama nihon-jin?!"

"Yah...sebenernya bisa aja kok sama orang Indonesia. Yang bukan Islam"

"Oiya juga ya.."

* * * * *

In the end, you cannot imagine marrying a Muslim girl, huh. One question remains in my mind: why you said Muslim girl instead of Indonesian girl? Is it because you have fallen for a Muslim girl? Or is it because the majority in Indonesia are Muslims so you generalize that Indonesian people are all Muslim?

Whichever your reason is, I understand if you cannot imagine marrying a Muslim girl. Even I cannot imagine you marrying a Muslim girl. I cannot imagine you revert to Islam. I cannot imagine you to stop drinking alcohol/beer/sake. I can't even imagine you do the prayer and prostate to ALLAH.

Okay, sorry, my bad. I should not judge you by my emotions. After all, you're a good guy in my eyes--except for being a drunkard :p--because you're...just...kind. just because. you're kind. period. 

ALLAH maha membolak-balikkan hati. Dan hidayah adalah hak prerogatif ALLAH. Walaupun aku ga bisa bayangin si oknum K akhirnya memeluk Islam, tapi kalau ALLAH berkehendak, siapa yang bisa melarang? :)